Tuesday, November 4, 2014

Saling rindu malam siang

Saling rindu

Bagaimana malam merindu siang
Bagaimana angin berhembus
Bagaimana matahari melukis
Bagaimana melihat air menari
Aku tak tau bagaimana

Bagaimana siang merindu malam
Bagaimana angin berhembus
Bagaimana matahari melukis
Bagaimana melihat air menari
Aku tak tau bagaimana

Tapi kenapa aku merindu
Bagaimana aku merindu
Bagaimana

jujur aku

Jujur aku
Jujur melamun aku di bawah rembulan
Aku jujur melihat melihat rajanya
Tak ku sangka , rajanya jujur bersinar
Tak seperti jujurnya rembulan di atas aku

Jujur aku
Jujur aku melamun di hati dirimu
Aku susah untuk tidak berkata jujur
Dan lebih untuk jujur di dalam diam
Tak seperti jujurnya kata ku kepada mu

Jujur aku
Jujur kala mendayung perahu dengan mesin
Motor tak kala menerobos jujurnya lampu merah
Indahnya mentari dengan jujurnya di samping bulan
Atau bohongnya aku seperti jujurnya aku dalam diam

Jujur aku

~

seumpama kamu , seandainya kamu , seharusnya kamu

seumpama kamu

bukan aku yang berjalan
indah bukan tanpa makna
seumpama kamu
asmara durjana sang matahari
menggebu sampai ke bumi

seandainya kamu

langkah kaki tak ada bekas
tanpa suara tanpa diikuti
seandainya kamu
permaisuri diantara prajurit
panah datang , prajurit berkorban

seharusnya kamu

malam biasa tak punya arti
guratan tinta tak bertepi
seharusnya kamu
bikin rindu , menggebu
bikin semangat , menggelora
bikin aku , jatuh hati


#Purwokerto 14 oktober 2014

Kasih ( tumbuh dalam kesendirian)

daun ini tumbuh

terbias oleh mentari

diantara gemuruh hujan

kasih , aku ada disampingmu


pelangi tak akan muncul

hingga hujan berhenti

kasih , rinduku tak menunggu kapan hujan berhenti

atau menunggu kapan pelangi muncul


tak seindah eloknya bunga mekar

tak sekuat tingginya laut samudera

tak semungkin lebah yang tak punya ratu



kasih , aku harap kisah kita tak tumbuh dalam kesendirian

#Purwokerto