Monday, February 27, 2012

Capung Merah

“Capung merah”

Ngiiiiiiiiiiiiiiiiiiing , , ,

Bising sekali ditelingaku . . .
Mondar-mandir , kesana kemari . . .
Mencari padi yang ingin dihinggapi . . .

Ngiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing . . .

Bunyi lagi suara bising itu . . .
Rasanya ingin pergi . . ,
Tapi tak sempat …

Ngiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing . . .

Suara capung merah ,
Capung yang berlumur darah ,
Yang bermelas mencari tempat  . . .
Bunyi bising yang tiba-tiba berubah . . .
Menjadi sebaait kata indah . . .
Merdu , tak ingin pergi . . .
Suara bising berubah menjadi emas .. .
Capung merah berdendang . . .
Diatas padi yang hampir menguning . . .

Ngiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing . . .

Suara fals , tetapi berarti besar . . .
Kasihan sekarang capung merah , . . .
Mencari dari tadi . . .
Tak bertemu-temu . . .
Bermaksud menghinggapinya ,
Malah kira seperti memrusaknya . .
Kasihan sekali si capung merah . .
Menderita sendiri tanpa teman sambil bernyanyi . . .

Ngiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing . . .

No comments:

Post a Comment