Tuesday, May 13, 2014

[ESAI PUISI] PEMERINTAH YANG DIAM DIAM



PEMERINTAH YANG DIAM DIAM
Oleh Ficky Himawan
“Gerimis yang diam-diam” merupakan puisi buatan chairil anwar. Dilihat dari judul tersebut kita akan tau bahwa yang dimaksud adalah gerimis yang datang tanpa disadari. Seperti perbuatan orang yang dilakukan secara diam-diam.
Pada bait pertama , kalimat pertama dan kedua, kita bisa tau bahwa memang pada saat itu hujan datang pada pagi hari dan pada saat musim hujan. Pada bait ke empat sampai enam, puisi tersebut menanyakan kepada pembaca, apakah mereka mendengar hujan tersebut. Ini berarti kita tidak tau pada saat pagi tersebut hujan. Lalu mengapa kita tidak mendengar hujan tersebut pada saat pagi hari , hanya ada dua alasan , kuping kita tuli atau kita masih tidur didalam rumah. Namun pada kalimat “adakah kau lihat di atas atap rumah-rumah” kita bisa tahu bahwa kita masih tertidur, karena kita tidak melihat gerimis di atap rumah kita sendiri.
Pada bait kedua , chairil anwar sebagai penulis puisi tersebut menekankan kepada pembaca bahwa mereka belum menyadari bahwa gerimis itu sudah datang. Padahal sisa-sisa dari gerimis sudah membasahi tanah, namun kita tetap tidak menyadarinya.
Dari analisis diatas , didapatkan pertanyaan tenang , apa maksud dari gerimis tersebut ? gerimis yang dimasudkan disini merupakan masalah. Sehingga maksud dari puisi gerimis yang diam diam adalah masalah yang disembunyikan oleh orang lain yang walaupun kita tahu orang tersebut sudah mengeluarkan tanda tanda memiliki masalah, namun kita tetap tidak menyadari masalah orang tersebut.
Sekarang timbul pertanyaan kembali , siapakah orang lain yang dimaksud ? bila kita melihat dalam puisi tersebut terdapat kalimat “Bahwa sang Mahadurjana” di kalimat tersebut menerangkan tentang siapa orang yang menyembunyikan masalah tersebut. “Mahadurjana” kata tersebut terdiri dari dua kata , Maha dan durjana. Maha berarti yang berkuasa, lebih tepatnya pemerintah  , dan durjana berarti jahat. Jadi bisa disimpulkan bahwa orang yang menyembunyikan masalah tersebut adalah pemerintah yang menipu rakyatnya sendiri.
Jadi , inti dari puisi gerimis yang diam diam yang ditulis oleh chairil anwar adalah masalah dari seorang pemimpin yang disembunyikan dari masyarakat sendiri, padahal jelas sekali pada saat itu bangsanya telah terkena musibah, namun rakyatnya tidak menyadari akan masalah tersebut karena masih belum menyadarinya sehingga para pemimpin dengan mudah menyakinkan mereka bahwa di dalam bangsa ini tidak terjadi masalah apapun.

2 comments: