Saturday, May 3, 2014

REVOLUSI HIJAU JILID II



REVOLUSI HIJAU JILID II
Oleh : Ficky Himawan

Kebutuhan pokok di Indonesia memang selalu meningkat, seperti kebutuhan beras , daging ,lauk pauk dan lain-lain. penyebab kebutuhan pokok di Indonesia meningkat bisa disebabkan oleh besarnya jumlah penduduk , tingginya tingkat pertumbuhan penduduk, lahan garapan yang semakin sempit dan lain lain. 
bidang pertanian yang semakin maju juga selalu berinovasi membuat penemuan yang baru, agar kebutuhan pokok rakyat Indonesia yang semakin bertambah bisa dikurangi. Penemuan yang hingga sampai saat ini sudah tak terhitung jumlahnya , seperti hanya di beri penghargaan saja, tanpa ada kelanjutan dari pemerintah. itu berarti percuma bila kita sudah susah payah menemukan sesuatu tetapi hanya diberi penghargaan tanpa menlanjutkanya untuk membuat pertanian di indonesia semakin lebih maju.
menciptakan suatu inovasi dalam bidang pertanian di Indonesia tidaklah langsung membuat Indonesia terbebas dari kekurangan pangan seperti saat ini. Mengaplikasikan langsung terhadap masyarakat Indonesia yang sebenarnya merupakan tantangan bagi kita generasi muda bangsa ini.
Indonesia pernah menjadi negara pengekspor beras nomor satu sedunia, bukanlah karena inovasi di bidang pertanian saat itu, namun membuat petani bergaya lama ( paesant ) menjadi petani bergaya modern ( farmer ). Ini memang tidak semudah seperti membalik telapak tangan, namun bila pemerintah dan masyarakat berkerja sama dalam mewujudkan hal ini, mungkin akan terjadi revolusi hijau yang ke II di Indonesia. Dan Indonesia akan menjadi negara pengekspor beras terbesar sedunia , mungkin bahkan pengekspor terbesar kebutuhan pokok sedunia.
Peran pemerintah sangatlah penting dalam membangun pertanian di Indonesia. Keadaan pertanian di Indonesia sekarang merupakan cermin dari kepedulian pemerintah terhadap pertanian di Indonesia. Pemerintah malahan mengluarkan dana yang banyak untuk mengimpor kebutuhan pokok dari negara lain. Total nilai impor kebutuhan pokok Indonesia kurun Januari sampai Mei 2013 mencapai US$ 3,6 miliar dengan volume 7,4 miliar kilogram (kg), menurut data Badan Badan Pusat Statistik (BPS), Selasa (2/7/2013).
Berikut adalah tabel tentang daftar kebutuhan pokok yang di impor oleh Indonesia
1.Beras
2. Jagung
3. Kedelai
4. Biji Gandum dan Meslin
5. Tepung Terigu
6. Gula Pasir
7. Gula Tebu
Nilai
impor: US$ 111,7 juta
Nilai impor: US$ 339,12 juta
Nilai Impor: US$ 425,8 juta
Nilai
impor : US$ 1,1 miliar
Nilai Impor : US$ 34,11 juta
Nilai impor: US$ 18,15 juta
Nilai impor : US$ 635,14 juta







8. Daging Sapi
9. Daging Ayam
10. garam
11. Mentega
12. Minyak Goreng
13. Susu
14. Bawang merah
Nilai
impor : US$ 65,19 juta
Nilai impor : US$ 30,26 ribu
Nilai impor : US$ 37,54 juta
Nilai
impor : US$ 34,9 juta
Nilai impor : US$ 30,48 juta
Nilai impor : US$ 293,9 juta
Nilai impor : US$ 22,9 juta







15. Bawang putih
16. Kelapa
17. Minyak Sawit
18. Lada
19. Teh
20. Kopi
21. Cengkeh
Nilai
impor :US$ 103,4 juta
Nilai impor : US$ 345,42 ribu
Nilai impor : US$ 1,74 juta
Nilai
impor : US$ 1,9 juta
Nilai impor : US$ 13,4 juta
Nilai impor : US$ 27,5 juta
Nilai impor : US$ 1,6 juta







22. Kakao
23. Cabai Kering
24. Cabai
25. Tembakau
26. Ubi Kayu
27. Kentang
28. Sapi
Nilai
impor : US$ 29,9 juta
Nilai impor : US4 8,4 juta
Nilai impor : US4 983,4 ribu
Nilai
impor : US$ 222,14 juta
Nilai impor : US$ 38,3 ribu ton
Nilai impor : US$ 13,26 juta
Nilai impor : US$ 97,9 juta








Ini merupakan jumlah impor yang sangat banyak untuk negara dengan kekayaan alam yang terkenal melimpah seperti Indonesia. Pemerintah seharusnya bisa menganalisis dengan data impor seperti ini, di sektor mana saja pertanian kita harus di perbaiki. Namun sekali lagi, pemerintah kita adalah pemerintah yang diayomi oleh rakyatnya, bukan malah mengayomi rakyatnya. Sekarang kita simpulkan, uang siapa yang digunakan untuk menimpor kebutuhan pokok diatas?  kalau bukan uang rakyat indonesia, siapa lagi. Prinsipnya sekarang bukan dari rakyat , oleh rakyat dan untuk rakyat tetapi dari rakyat sendiri, oleh rakyat lain dan untuk rakyat sendiri.
Disini kita bisa bertanya , dimana inovasi dalam bidang pertanian yang telah dibuat oleh generasi muda indonesia ? dimana kelanjutan inovasi tersebut ? Invonasi tersebut hanya diberi penghargaan tanpa ada kelanjutan yang serius dari pemerintah. bung karno pernah berkata “berikan aku sepuluh pemuda , maka akan ku guncangkan dunia” , mungkin perkataan itu bukanlah sekedar kata kata bagi penyemangat pemuda indonesia agar lebih yakin dengan diri mereka. Namun agar kita percaya dengan inovasi para pemuda, generasi muda penerus indonesia, bahwa mereka merupakan kunci untuk membuat indonesia menjadi negara nomor satu di dunia.
Inovasi yang telah banyak dilakukan oleh pemuda tanah air tercinta , seharusnya dijadikan bahan pemikiran untuk membenahi pertanian di Indonesia. Mulai dari proses hingga menjadi produk yang nantinya akan dibagikan ke masyarakat Indonesia, mungkin bahkan ke masyarakat negara lain. Sosialisasi kepada masyarakat ( khususnya para petani ) harus sering dilakukan, dan bukan hanya di sosialisasikan tetapi juga harus diberikan contoh mulai dari proses hingga menjadi produk. Sehingga para petani sekarang ini dapat menerima sosialsasi dengan yakin dan jelas. Dan para petani akan membuat lahan mereka menjadi lebih produktif dan panen pun akan melimpah.
Inovasi yang dibuat oleh generasi muda dalam bidang pertanian janganlah sampai lenyap dan hanya meninggalkan penghargaan saja , namun kita harus menjadikan inovasi tersebut sebagai revolusi dalam bidang pertanian di Indonesia. Dan bukan tidak mungkin , indonesia akan menjada negara pengekspor kebutuhan pokok nomor satu sedunia.


No comments:

Post a Comment