REVOLUSI HIJAU
JILID II
Oleh : Ficky
Himawan
Kebutuhan pokok di Indonesia memang
selalu meningkat, seperti kebutuhan beras , daging ,lauk pauk dan lain-lain. penyebab
kebutuhan pokok di Indonesia meningkat bisa disebabkan oleh besarnya jumlah
penduduk , tingginya tingkat pertumbuhan penduduk, lahan garapan yang semakin
sempit dan lain lain.
bidang
pertanian yang semakin maju juga selalu berinovasi membuat penemuan yang baru,
agar kebutuhan pokok rakyat Indonesia yang semakin bertambah bisa dikurangi.
Penemuan yang hingga sampai saat ini sudah tak terhitung jumlahnya , seperti
hanya di beri penghargaan saja, tanpa ada kelanjutan dari pemerintah. itu
berarti percuma bila kita sudah susah payah menemukan sesuatu tetapi hanya
diberi penghargaan tanpa menlanjutkanya untuk membuat pertanian di indonesia
semakin lebih maju.
menciptakan
suatu inovasi dalam bidang pertanian di Indonesia tidaklah langsung membuat Indonesia
terbebas dari kekurangan pangan seperti saat ini. Mengaplikasikan langsung
terhadap masyarakat Indonesia yang sebenarnya merupakan tantangan bagi kita
generasi muda bangsa ini.
Indonesia
pernah menjadi negara pengekspor beras nomor satu sedunia, bukanlah karena
inovasi di bidang pertanian saat itu, namun membuat petani bergaya lama (
paesant ) menjadi petani bergaya modern ( farmer ). Ini memang tidak semudah
seperti membalik telapak tangan, namun bila pemerintah dan masyarakat berkerja
sama dalam mewujudkan hal ini, mungkin akan terjadi revolusi hijau yang ke II
di Indonesia. Dan Indonesia akan menjadi negara pengekspor beras terbesar
sedunia , mungkin bahkan pengekspor terbesar kebutuhan pokok sedunia.
Peran
pemerintah sangatlah penting dalam membangun pertanian di Indonesia. Keadaan pertanian
di Indonesia sekarang merupakan cermin dari kepedulian pemerintah terhadap
pertanian di Indonesia. Pemerintah malahan mengluarkan dana yang banyak untuk
mengimpor kebutuhan pokok dari negara lain. Total
nilai impor kebutuhan pokok Indonesia kurun Januari sampai Mei 2013 mencapai
US$ 3,6 miliar dengan volume 7,4 miliar kilogram (kg), menurut data Badan Badan
Pusat Statistik (BPS), Selasa (2/7/2013).
Berikut adalah tabel
tentang daftar kebutuhan pokok yang di impor oleh Indonesia
1.Beras
|
2. Jagung
|
3. Kedelai
|
4. Biji Gandum dan
Meslin
|
5. Tepung Terigu
|
6. Gula Pasir
|
7. Gula Tebu
|
Nilai
impor: US$ 111,7 juta
|
Nilai impor: US$
339,12 juta
|
Nilai Impor: US$ 425,8
juta
|
Nilai
impor : US$ 1,1 miliar
|
Nilai Impor : US$
34,11 juta
|
Nilai impor: US$ 18,15
juta
|
Nilai impor : US$
635,14 juta
|
8. Daging Sapi
|
9. Daging Ayam
|
10. garam
|
11. Mentega
|
12. Minyak Goreng
|
13. Susu
|
14. Bawang merah
|
Nilai
impor : US$ 65,19 juta
|
Nilai impor : US$
30,26 ribu
|
Nilai impor : US$
37,54 juta
|
Nilai
impor : US$ 34,9 juta
|
Nilai impor : US$
30,48 juta
|
Nilai impor : US$
293,9 juta
|
Nilai impor : US$ 22,9
juta
|
15. Bawang putih
|
16. Kelapa
|
17. Minyak Sawit
|
18. Lada
|
19. Teh
|
20. Kopi
|
21. Cengkeh
|
Nilai
impor :US$ 103,4 juta
|
Nilai impor : US$
345,42 ribu
|
Nilai impor : US$ 1,74
juta
|
Nilai
impor : US$ 1,9 juta
|
Nilai impor : US$ 13,4
juta
|
Nilai impor : US$ 27,5
juta
|
Nilai impor : US$ 1,6
juta
|
22. Kakao
|
23. Cabai Kering
|
24. Cabai
|
25. Tembakau
|
26. Ubi Kayu
|
27. Kentang
|
28. Sapi
|
Nilai
impor : US$ 29,9 juta
|
Nilai impor : US4 8,4
juta
|
Nilai impor : US4
983,4 ribu
|
Nilai
impor : US$ 222,14
juta
|
Nilai impor : US$ 38,3
ribu ton
|
Nilai impor : US$
13,26 juta
|
Nilai impor : US$ 97,9
juta
|
Sumber : http://bisnis.liputan6.com/read/627808/daftar-28-kebutuhan-pokok-yang-masih-diimpor-indonesia
Ini
merupakan jumlah impor yang sangat banyak untuk negara dengan kekayaan alam yang
terkenal melimpah seperti Indonesia. Pemerintah seharusnya bisa menganalisis
dengan data impor seperti ini, di sektor mana saja pertanian kita harus di
perbaiki. Namun sekali lagi, pemerintah kita adalah pemerintah yang diayomi
oleh rakyatnya, bukan malah mengayomi rakyatnya. Sekarang kita simpulkan, uang
siapa yang digunakan untuk menimpor kebutuhan pokok diatas? kalau bukan uang rakyat indonesia, siapa
lagi. Prinsipnya sekarang bukan dari rakyat , oleh rakyat dan untuk rakyat
tetapi dari rakyat sendiri, oleh rakyat lain dan untuk rakyat sendiri.
Disini
kita bisa bertanya , dimana inovasi dalam bidang pertanian yang telah dibuat
oleh generasi muda indonesia ? dimana kelanjutan inovasi tersebut ? Invonasi tersebut
hanya diberi penghargaan tanpa ada kelanjutan yang serius dari pemerintah. bung
karno pernah berkata “berikan aku sepuluh pemuda , maka akan ku guncangkan
dunia” , mungkin perkataan itu bukanlah sekedar kata kata bagi penyemangat
pemuda indonesia agar lebih yakin dengan diri mereka. Namun agar kita percaya
dengan inovasi para pemuda, generasi muda penerus indonesia, bahwa mereka
merupakan kunci untuk membuat indonesia menjadi negara nomor satu di dunia.
Inovasi
yang telah banyak dilakukan oleh pemuda tanah air tercinta , seharusnya
dijadikan bahan pemikiran untuk membenahi pertanian di Indonesia. Mulai dari
proses hingga menjadi produk yang nantinya akan dibagikan ke masyarakat
Indonesia, mungkin bahkan ke masyarakat negara lain. Sosialisasi kepada
masyarakat ( khususnya para petani ) harus sering dilakukan, dan bukan hanya di
sosialisasikan tetapi juga harus diberikan contoh mulai dari proses hingga
menjadi produk. Sehingga para petani sekarang ini dapat menerima sosialsasi
dengan yakin dan jelas. Dan para petani akan membuat lahan mereka menjadi lebih
produktif dan panen pun akan melimpah.
Inovasi
yang dibuat oleh generasi muda dalam bidang pertanian janganlah sampai lenyap
dan hanya meninggalkan penghargaan saja , namun kita harus menjadikan inovasi
tersebut sebagai revolusi dalam bidang pertanian di Indonesia. Dan bukan tidak
mungkin , indonesia akan menjada negara pengekspor kebutuhan pokok nomor satu
sedunia.
No comments:
Post a Comment