Saturday, December 27, 2014

SPY

DOOORR!!
tembakan itu tepat mengenai sasaran , semua orang di ruangan itu kaget. kecuali pak komandan , dia memang tak pernah menunjukan kelemahanya. bahkan ketika makan, dia hanya memakai garpu. namun dia yang menyelamatkanku dari bencana tsunami di aceh tahun lalu. 
prok prok prok
riuh suara tepuk tangan dari anggota lain. seakan akan dia menjadi yang paling ditakuti. akupun tak mau kalah. aku arahkan senjataku kesasaran. tampang serius aku pasang , walau setidaknya hatiku was-was. ini ujianku untuk mendapatkan kasus. 
DOORR!!
aku menelan ludah, sebenarnya bukan ludah juga. tapi permen karet yang aku kunyah dari tadi. 
HAHAHAHA

suara orang tertawa. mereka menertawakanku karna lupa menaruh peluru. aku malu dan langsung saja aku pergi dari tempat ujian.

"Griselda ! tunggu!"

suara si Yuldis terdengar. dia adalah orang tadi, yang mendapat tepuk tangan meriah.

"Maaf Grey , aku lupa mengisi pelurunya. seharusnya aku lakukan itu ketika selesai menembak. Ini pelurunya"
"tak apa-apa , itu memang salahku tak memeriksa senjata ku" ucapku dengan nada rendah

TOOOET TOOOOET TOOOOOOET PENYUSUUUP !!

 mendengar alaram penyusup berbunyi , Yuldis dan aku berlari ke luar. menuju ke pelabuhan. sesampainya disana, aku kaget. melihat komandan berjabat tangan dengan orang asing.

kami bersembunyi hingga alaram tak lagi berbunyi.

satu jam berlalu. kami keluar dari gudang ikan, tempat persembunyian kami di pelabuhan. kami kembali ke markas. Sesampainya disana , markas kami seperti tak diserang oleh siapapun. Namun terlihat semua anggota sedang mengerubungi seseorang. Itu komandan.
“ Seseorang , bunuhlah penyusup disini..” ucap komandan dengan keras, sebelum dia menghembuskan nafas terakhir. 
Semua anggota mulai mencurigai satu sama lain. Namun belum ada yang berani menodongkan senjatanya satu sama lain.
“ jangan bodoh !! diantara kita tidak ada yang menjadi mata-mata !!! “ ucap Noir
“kalau begitu , lebih baik kita meninggalkan ini semua. Kita tak bisa bersama bila hanya ada rasa curiga. Lebih baik kita berhenti” ucap yuldis, yang kemudian mengajaku keluar.
“Griselda, apa kau percaya kepada mereka semua ? “ bisik yuldis ditelingaku
“ iya , sepertinya mereka sedang diancam juga” balasku dengan menyiapkan senjata yang belum di isi peluru tadi dengan peluru yang kuambil dari Yuldis.
DOOOOORRR
Aku merasa ada peluru menembus perutku. Tidak , ternyata itu Yuldis.

"BERSAMBUNG

5 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. mampir blog ane gan :v wkwkwkk

    http://adf.ly/1A7vLV

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Dah aku baca tulisanmu gan, dan tak aku tendang
    salam ,,,,,

    ReplyDelete
  5. Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
    Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

    Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

    ReplyDelete